Thursday, February 03, 2005

Polesan

Mana ada perempuan yang mau terlahir jelek. Gak ada yang pengen punya kulit hitam. Kebanyakan pasti mendambakan kulit putih halus mulus, persis seperti kulit semua bintang iklan sabun di TV. Dalam industri kosmetika, buat produsen produk kecantikan, beauty memang cuma kulit permukaan aja. Terutama di indonesa deh. Liat aja sinetron-sinetron nya Punjabi. Yang dijual cuma permukaan kulit luar aja, all in , mulai dari cerita, dialog, aktris/aktor, ambience, angle gambar, semua!

Dari arti kata, kosmetik adalah substansi yang di pakai di tubuh (terutama wajah) supaya dapat terlihat cantik. Sedangkan cantik itu sendiri di negeri ini sudah sangat identik dengan kulit putih. Imej bikinan produsen kosmetik. Ngarang banget! Mentang-mentang 90 % wanita indonesia berkulit sawo matang. Artinya terbuka pasar yang luas banget buat jualan produk kecantikan dengan pemutih, bukan?. Bener-bener suatu untung besar. Money,money,money, dunia industri pasti amat suka! Yang harus mereka lakukan adalah memborbardir perempuan negeri ini dengan persepsi cantik sama dengan punya kulit putih.

Pagi tadi kunjungan perkenalan team account baru ke klien kami, sebuah produsen sabun kecantikan di daerah Sunter. Pada saat itu gue sadar kalau memang benar bahwa kecantikan itu cuman dilihat dari kulit luar. Pasalnya `teman baru` yang baru pertama kali ini kami bawa ke klien tersebut, mungkin untuk ukuran produsen kecantikan gak representatif buat produk mereka. Gue gak tau dilihat dari segi apa. Yang pasti mereka cukup well dressed. Kalau warna kulit, standar orang indonesia aja kok, sawo mateng. Tapi kenapa selama meeting berlangsung, klien gue hampir gak pernah eye contact ke `teman` ku itu. Padahal dengan mereka lah nantinya si klien akan intens berhubungan, karena orang account yang lama resign minggu ini. Suasana berjalan sangat `dingin`. Gak enak kan berada di posisi yang hanya jadi penonton. Rese`! Keterlaluan nih klien! Padahal produk sabun kecantikan yang mereka produksi target marketnya benar-benar perempuan dengan kulit sawo mateng, cenderung hitam, malah. Cantik dengan kulit hitam yang halus mulus, dalah pesan yang mereka jual justru. So, kenapa gak justru bikin pendekatan mendalam ke `temenku` tersebut, toh mereka representasi target market produk ini, kan?

Pelajaran dari kejadian itu buat kami ( agency side) mungkin lain kali kami akan lebih aware dengan siapa kami akan berhadapan. Gak semua klien paham ama gaya anak agency yang cenderung casual dan non formal, terutama klien2 yang jualannya imej tampilan luar aja.

1 comment:

Anonymous said...

huh, kenapa siiiiy yaaa...masih aja ada orang seperti orang dari pabrik sabun itu. picik sekali. dan, itu msh banyak looo di indonesiah... ih, sebel.