Senin sampai Jumat.
8.30 sampai 19.30.
Pamulang to Pondok Indah.
Sabtu ...kunjungan rutin,mall,cafe,bioskop21. Minggu berikutnya, yang kita lalui polanya sama. Tiga minggu kemudian...masih juga sama. Semua rutinitas akhirnya membentuk pattern. Bentuknya mungkin seperti lingkaran-lingkaran. Siklus, yang gak putus-putus, kalau bukan kita sendiri yang memutuskan untuk stop for a while sekedar untuk menarik napas menghirup "udara segar" dan kembali ke rutinitas dalam kondisi fresh, untuk membuat pattern-pattern baru lagi.
Apa yang ada di benak mu kalo lagi kepingin cari udara segar, refreshing dari rutinitas metropolitan. Kerja,kerja,kerja, macet, debu, asap knalpot dimana-mana, mall, hangout di cafe,dugem, towers...Kalau gue langsung kebayang ... Bandung! Hhmmm...nyantai bo`!. Mulai dari bis damri-nya, slow motion,gak pernah seperti dikejar-kejar setan kayak di Jakarta. Angkot-angkotnya di dominasi warna hijau! Segerrr... Orangnya ramah-ramah, walapun lagi berantem tetap kedengaran seperti lagi becanda, bodorr abis!. Cafe-cafenya hommy ( memang kebanyakan sih rumah yang di jadiin cafe,bukan? ). Harga jajanan masih lebih murah daripada di Jakarta. Masih bisa jalan kaki kemana-mana kalo males naik angkot, karena debu gak sebanyak Jakarta. Masih sering mendung. Masih banyak pohon-pohon tua yang rindang. Segerr...Cukup menjanjikan buat refreshing, tukar suasana, re-charging `baterai`-mu kalo lagi low.
Begitu masuk daerah Padalarang menuju Bandung, nafsu makan kayaknya langsung meningkat. Sudah terbayang deh aneka makanan yang semuanya seperti terasa sangat lezat. Sangat dianjurkan untuk membuat list terlebih dahulu, tempat-tempat makanan apa aja yang harus di kunjungi berikut prioritasnya. Hal ini buat antisipasi supaya gejolak makan yang tiba-tiba brutal bisa tersalurkan dengan rapi. Biar gak nyesel karena gak sempat nyoba ini itu begitu kembali ke Jakarta.
Bagi gue Bandung masih begitu menyenangkan. Masih seperti potongan terakhir tiramisu coklat Secret Receipe :). Di sana ada beberapa Rumah buku. Ini adalah satu alternatif tempat hang out yang bisa ngasi nilai `lebih` buat kita. Bisa nongkrong nge gossip sambil pesan makanan dan minuman enak ( dan murah ) sambil baca-baca. Rame-rame seru. Sendirian jugak gak apa-apa. Gak ada yang rese` ngegodain, ngelirik `aneh` ke kamu, atau pelayan yang sedikit memaksa kamu buat order minuman lagi karena gelasmu udah kosong, hehe. Biasanya berupa rumah lama peninggalan Belanda yang punya halaman agak luas di lingkungan komplek perumahan. Dengan menambahkan unsur modern pada furnitur dan interiornya. Sangat nyaman.
Yang sering gue datangi adalah PotLuck. Tepatnya di daerah sekitar kampus Unpad. Minumannya standar aja siih ama kebanyakan cafe, makanannya juga. Buku dan majalah luar nya not bad. Yang penting bisa duduk-duduk sambil baca dan liat pengunjung dengan gaya yang unik-unik. Oiya, satu hal. Di kota ini anak mudanya cenderung lebih ekspresif menunjukkan kecenderungan berbusananya. Mereka lebih berani nyoba berbagai tren baru. Di sana bisa liat cewek yang jalan-jalan pake tang top tipis dan rok pendek sampai yang pake jaket bulu-bulu musim dingin di London. Cowok nge-punk abis sampai yang bergaya college boy dengan sweather seperti para geeks Silicon Valley .
Ada beberapa rumah buku lain sebenarnya, seperti Rumah Buku di Hegarmanah. Tapi karena gue lebih concern ama yang berkonsep cafe juga, karena itu favorite gue Potluck. Atau biasanya duduk-duduk sambil baca buku dan minum di cafe-cafe yang berada di perumahan sekitar Borromeus, Unpad dan ITB sudah cukup bikin suasana baru. Tempat-tempat seperti Toko You, Kapulaga, Halaman, Tungku. Efeknya lebih refreshing. Soalnya hari gini udah gak seru lagi maen-maen ke FO, kalo Distro, emm....boleh laah sekali-sekali :)
No comments:
Post a Comment